Tes MBTI
Beberapa waktu lalu aku sempet tes kepribadian lagi pake MBTI.
Buat yang belum tahu, MBTI (Myers-Briggs Type Indicator) itu semacam metode
pengukuran kepribadian yang digagas oleh Kathrine Cook Briggs di mana ada 16
tipe kepribadian yang membedakan antara introvert dan ekstrovert. Awal-awal aku
pake tes ini, sekitar tahun 2017 hasilnya itu aku termasuk INTP. Tapi beberapa
tahun kemudian, aku tes lagi dan hasilnya INTJ. Apa itu mungkin? Kepribadian
seseorang bisa berubah? I dunno :D. Terus kemarin aku coba buat tes lagi, dan
hasilnya tetap INTJ. Entah yang pertama itu aku kurang serius atau gimana, yang
pasti aku gak tahu kenapa bisa berubah, tapi tetap sama-sama introvert. Yaa,
ini sih emang udah nyadar dari sebelum tes, tapi untuk meyakinkan aja kalo aku termasuk
introvert tipe apa.
Fyi, INJT itu
adalah tipe kepribadian yang paling unik dan hanya ada 2-4% di dunia, bahkan
INTJ female adalah golongan yang rare, dan cuma ada sekitar 1% di dunia ini.
That’s can makes me feel like i’m a unique person. But sometimes, i don’t think
so.
Beberapa
orang yang aku tahu dia INTJ salah satunya adalah Gita Savitri, salah seorang
influencer yang sering dijadikan role model, termasuk jadi inspirasi aku. Dan
oh iya, ada beberapa orang disekitarku yang bilang aku mirip sama doi juga.
Hehehe. Selain itu, ada michelle obama, stephen hawking, dan elon musk yang
juga sama-sama geng INTJ.
Hal itu
sebetulnya bikin aku ngerasa ada sedikit kesamaan dengan mereka, tapi hal itu
juga justru membuat aku insecure, mereka orang-orang hebat yang sukses dan
terlihat kayak gak ada sesuatu hal yang bikin mereka minder, sebaliknya sama
aku. Kadang aku ngerasa kurang mampu ngelakuin sesuatu, padahal kalau udah
dicoba, sebenarnya aku bisa.
Di media
sosial mungkin ada orang yang baru kenal aku menganggap aku ‘bacotie’ karena suka
nulis atau sharing thoughts tentang hal-hal atau isu yang menarik buat dibahas,
padahal di real life aku jarang banget ngobrol sama orang, kecuali diskusi. (eh
tapi, kalo sama temen deket sih sering nggosip juga, hehe). Karena emang media
sosial itu tempat yang nyaman buat aku mengeluarkan pendapat atau sekadar
nulis-nulis random kaya gini. Soalnya orang-orang disekitar aku bukan termasuk
pendengar yang baik, kadang keluarga atau temen sendiri mikir obrolanku aneh
dan gak menarik.
Balik lagi ke
tes kepribadian tadi, i don't know why that can change from INTP to INTJ. but,
when i read about those personality types, i saw that they both had a same.
Keduanya sama-sama punya kekuatan pikiran. Bedanya kalau INTP itu lebih
menggunakan perceiving, dan INTJ lebih menggunakan judging.
Banyak banget
penjelasan tentang INTP dan INTJ di internet, tapi aku belum menemukan
penjelasan yang sama (supaya bisa diambil kesimpulannya). Intinya, menjadi
seorang introvert itu gak lantas membuat kita berbeda dengan orang lain. Setiap
manusia punya khas masing-masing. Dan yang penting kita menikmati hidup ini
dengan menyenangkan.
See you in
the next chapter!

Komentar
Posting Komentar