MUAKKKKK
BAJINGAN! KEPARAT! SIALAN! Andaikan ketiga kata itu bisa kulontarkan tanpa ragu, tanpa khawatir penilaian orang, tanpa takut kemurkaan Tuhan. Ya, jujur, ketika aku marah, aku ingin sekali berteriak sekencangnya, sambil mengumpat dan menyumpah serapahi orang yang berbuat buruk pada diriku. Tapi, aku masih takut dosa, aku takut pahalaku yang tidak banyak itu berganti dengan ribuan dosa, karena telah berkata kasar pada suami - yang seharusnya bisa menjadi imam kami. Kenapa? yang jelas, dalam pernikahan siapa pun, aku yakin sudah pasti menemukan perselisihan, percekcokan, salah paham, yang berujung sakit hati. Tidak, aku tidak pernah bertengkar hebat, tapi, ya, aku sering sakit hati pada suamiku. Banyak hal yang tidak kusuka, dan sering aku ingatkan, tapi tetap saja berulang. Sejujurnya aku jengah, tak tahan untuk memaki, ingin sekali mengakhiri. Tapi, aku juga tak tahu, apakah bisa lebih baik? Malam ini aku sakit hati untuk kesekian kalinya, aku tak pernah berdoa buruk baginya,...
