#Jakarta Sebelum Pagi

 

Jujur, waktu baca bagian pertama buku ini aku justru mikir "kok gini? istimewanya di mana, sampai bukunya banyak diburu demi dapat buku fisiknya, bahkan ada yang rela beli lewat pelelangan yang harganya fantastis." FYI, aku baca ini di iPusnas.


Karena pas bagian awal, aku disuguhkan sama percakapan yang terlalu ngalor ngidul, tokoh yang agak susah dimengerti penokohannya, dan arah cerita yang gak tau arahnya ke mana (maksudnya, mau nyeritain tentang apaa)

Tapi ternyata aku salah, hahaha. Itulah kenapa, penting banget buat baca tuntas buku yang kita baca, ya😆.


Buku ini selayaknya yg disebutkan banyak orang-one of best book-nya dari penulis bernama Ziggy Z.-tapi kalau sampai harus dibeli dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga asli, kayaknya aku milih untuk gak baca aja deh. hehe.

Pertama, aku mau bahas beberapa tokoh di buku ini yang menurutku punya karakter 'unik'

Emina - perempuan yang kalau ngomong emang ngalor ngidul, suka berisik, dan addicted sama babi, sampai warnain rambut sewarna dengan babi.

Nissa - pekerja kantoran, temen Emina yang juga kadang ngobrol ngalor ngidul, tapi gak addicted sama babi, merasa paling orang Jakarta asli.

Abel - laki laki yang punya fobia dengan suara dan sentuhan, akibat trauma dari peperangan di al jazair, dianggap penguntit oleh Emina, karena tau tentang kehidupannya, tapi Emina justru gak kenal siapa dia, tapi orangnya ganteng.

Suki - anak SD yang punya pemikiran selayaknya orang dewasa. jauh lebih dewasa dibanding anak-anak seumuran dia, jago dalam hal tata cara minum teh a la Inggris.

Pak Meneer - kakek tetangga rumah para jompo yang ngurus 'orang sakit' di rumahnya, punya banyak buku-buku, dan ternyata memiliki rahasia yang gak diketahui siapapun.

Sebetulnya masih ada tokoh lain yang diceritakan, dan setiap tokoh itu punya keunikan masing-masing. Tapi, kelima tokoh inilah yang sering dimunculkan.

Kedua, buku ini punya latar tempat di Jakarta, tapi aura yang diceritakan, menurut aku jauh dari penggambaran kota Jakarta yang sebenarnya. malah mirip cerita cerita yang berlatar di Eropa. Tapi ternyata, 'Jakarta'nya ini ditemukan dari nama nama tempat yang dituliskan di surat. seperti, Kantor asuransi Jiwasraya, Jembatan Kota Intan, Museum Taman Prasasti, dan ada beberapa lagi. Tempat-tempat tersebut sengaja disinggahi Abel dan Emina pada dini hari, agar terhindar dari kebisingan dan keramaian kota Jakarta. mereka menyebutnya sebagai Midnight Excursion. 

Ketiga, surat-surat yang berisi banyak tempat itu adalah milik kakek Abel-Pak Meneer-untuk orang sakit yang sedang dirawatnya, orang itu mengalami Hermaphrodite sampai akhirnya meninggal karena komplikasi penyakit yang juga dideritanya setelah tau memiliki kelainan tersebut. Sampai akhirnya, kakeknya menyuruh Abel dan Emina untuk membakar surat-surat tersebut. Tapi mereka justru merasa tidak tega dan tidak ingin membakarnya, mereka memilih untuk menerbangkan kertas surat itu dengan balon hidrogen, dan membiarkannya terbang ke langit sampai lenyap.

Ternyata inti dari cerita ini adalah tentang siapa pemilik asli dari surat-surat yang dikirim si penguntit, sebagai caranya untuk berkomunikasi. Serta asal usul hubungan Abel, Suki, Pak Meneer, dan keterlibatan Emina. 

Plot twistnya cukup menarik, tapi aku greget sama tokoh Emina yang terlalu ngawur kalo ngomong😄


Rating : ⭐⭐⭐⭐/5.



Komentar

Postingan Populer