Ulang Tahun di Keluarga Kecilku
Sejak awal kenal bahkan setelah menikah, aku tak pernah minta untuk dirayakan di hari ulang tahunku. Ucapan selamat saja bagiku sudah cukup. Sama seperti suamiku, ia pun begitu, tak minta dirayakan.
Lalu setelah punya anak? Sama.
Bulan lalu, adalah ulang tahun pertama anak kami. Tak ada perayaan. Hanya doa yang kami panjatkan kepada Tuhan yang Agung, Allah yang Maha segalanya. Doa terkhidmat yang kami panjatkan berulang-ulang.❤️
Ya, benar. Tak ada perayaan sama sekali. Bukan karena tak mampu, tapi, karena memang tak mau. Sependek yang kutahu, meniup lilin ulang tahun bukan hal yang dibenarkan dalam syariat Islam. Ah disclaimer, tentu aku tidak berpikir orang lain kafir, ya. Hanya saja, apa yang tertulis dalam Islam, sejalan dengan pilihanku. Aku juga tidak sinis jika ada orang lain yang melakukan itu. Biarkan saja, karena itu pilihan mereka.☺️
Membeli kue? Sepertinya itu juga bisa dibeli di hari apapun, kan?.
Bagiku, setiap hari adalah perayaan, anakku harus selalu merasa dirayakan di setiap waktu hidupnya. Ulang tahun hanya sehari, tapi merayakan bisa setiap hari.❤️🥰
Ah iya, aku juga punya keinginan, jika nanti anak-anakku sudah cukup besar, aku ingin mereka bisa membeli buku yang ingin mereka baca. Khusus di hari ulang tahunnya, akan aku bebaskan membeli banyak buku.🤩
Yap, inilah pilihanku, pilihan keluarga kami. Tak merayakan bukan berarti tak mampu, hanya saja tak mau. Dan bagiku, setiap hari haruslah selalu dirayakan🥰
#nb: sambil mendengarkan lagu Nadin Amizah - Semua Aku Dirayakan

Komentar
Posting Komentar