Menantimu

 Mika, putraku, saat ini Mama sedang menunggumu lahir dalam beberapa minggu ke depan. Doa mama, semoga kau sehat dan selamat. Mari berjuang bersama, ya, sayang.


Saat mengandungmu, tidak ada kesulitan yang mama rasakan. Justru nikmat sehat dan kemudahan yang Allah berikan. Kamu anak baik, anak sholeh, dan anak cerdas yang mama banggakan. Maafkan mama, jika beberapa kali menangis karena hal yang memilukan. Bukan karena dirimu, tapi, karena kondisi yang kadang tidak sesuai harapan.


Mika, saat kamu lahir, mama sedang belajar menjadi seorang ibu. Sosok yang tidak pernah mama pelajari walau sudah jadi sarjana. Sebenarnya, begitu kamu berada di rahimku, mama sering belajar cara-cara menjadi ibu, cara merawat seorang bayi, cara menjaga kesehatan mental, dan masih banyak lagi. Tapi, mama rasa, tugas menjadi seorang ibu itu harus terus mama pelajari, bahkan sampai kamu dewasa.


Mika, anakku. Mama dan papa sangat mencintaimu. Kami mohon, terima lah kami sebagai orang tua mu. Maafkanlah jika kami memiliki salah kepadamu. Mari kita sama-sama belajar di dunia ini. Belajar menjadi keluarga yang utuh dan penuh cinta kasih. 


Mika, anak pertamaku. Jika suatu saat nanti mama melahirkan adikmu, tolong jaga ia juga, ya, jadilah saudara yang rukun dan penuh cinta kasih.


Mikail, itu nama yang sangat ingin mama berikan kepadamu. Nama itu bermakna seorang malaikat pembawa rezeki, karena kau tahu, kau adalah rezeki luar biasa yang Allah berikan kepada kami, sekaligus Allah juga sedang menguji rezeki kami yang lain. Banyak kesulitan yang kami alami, namun kami terus berharap, semoga segera ada kemudahan bagi kami, terutama setelah kau lahir.


Mika, kau adalah harapan, bertumbuhlah dengan baik.

Komentar

Postingan Populer