Pelecehan seksual, salahkan pakaian?
Seminggu lalu sempet ikut Webinar Nasional UNS tentang Pencegahan Kekerasan Seksual dan Perundungan. Materinya luar biasa bagus banget. Perlu untuk disebarluaskan lagi supaya banyak orang yang paham kalau kasus kekerasan seksual dan perundungan itu bukan hal yang harus disepelekan.
Yang perlu kalian sadari bahwa kekerasan seksual itu bukan hanya menimpa kepada perempuan, tapi bisa juga kepada laki-laki. bahkan faktanya, banyak kasus bunuh diri yang dilakukan laki-laki* akibat menjadi korban dari kekerasan seksual. *data dari salah seorang narasumber
Kasus-kasus kekerasan seksual itu diibaratkan seperti fenomena gunung es, dari permukaan terlihat kecil, padahal dari bawah permukaan sangatlah besar. maksudnya, di luar sana masih sangat banyak kasus yang belum terselesaikan, karena korban masih belum berani untuk berbicara.
Kekerasan seksual itu bentuknya beragam, dan salah satunya adalah pelecehan seksual.
dan pelecehan seksual itu bisa terjadi dimana-mana dan bisa menimpa siapa saja. tapi mirisnya, kalau korban pelecehan itu adalah perempuan, mereka justru mendapatkan kalimat-kalimat yang menyudutkan korban.
contohnya seperti menyalahkan pakaian korban.
"salah siapa pake baju kaya gitu, makanya dilecehkan"
"kamu sih pakaiannya begitu, jadi mengundang kan"
"makanya pake baju yang tertutup supaya ga kena pelecehan"
sejujurnya, sebelum banyak mencari tahu dan mengedukasi diri tentang kasus-kasus seperti ini, aku juga pernah melontarkan kalimat-kalimat itu, dan ternyata itu termasuk VICTIM BLAMING. I'm really sorry..
Dan ternyata banyak data yang menyebutkan kalau cara berpakaian seseorang tidak ada korelasinya dengan pelecehan yang dialami, karena orang dengan pakaian syar'i sekalipun ada yang pernah mendapatkan pelecehan seksual.
Lalu kenapa bisa terjadi?
Apa yang salah?
Yang jelas, salahnya ada di otak si pelaku. Apapun bentuk pelecehannya, yang salah pasti PELAKU. valid!
Disamping itu, pelecehan juga bisa terjadi di dunia maya, seperti media sosial. Mungkin kita belum sadar atau pura-pura ga sadar bahwa kita sendiri pernah melakukan pelecehan ke orang lain. Misalnya dengan mengomentari bagian tubuh orang lain dengan nada-nada melecehkan atau bahkan memberikan guyonan-guyonan seksis yang sama sekali ga pantas diucapkan.
misalnya: "ada yang bulat tapi bukan tekad"
"ada yang menonjol tapi bukan bakat"
dan guyonan seksis lain yang ditujukan untuk mengomentari tubuh seseorang.
Is that funny?
NO! thats a foolish joke.
Giliran orang lain tersinggung, dibilangnya ga asik. Apa kalian ga malu? cuma pengen dianggap asik sampe harus melontarkan guyonan seksis kaya gitu?
so please temen-temen. berhenti untuk melakukan pelecehan seksual apapun bentuknya dan kepada siapapun orangnya.
kita semua hanya mau mendapatkan rasa aman dimanapun tanpa ada ketakutan untuk dilecehkan.
dan kalau ada teman atau saudara kalian yang mengalami pelecehan seksual, kalian bisa melakukan hal ini:
1. kalau korban butuh tempat bercerita, jadilah pendengar yang baik, dan jangan memaksa korban untuk bercerita lebih banyak.
2. tanya kondisi korban, dan tawarkan bantuan.
3. kalau bantuan yang kamu berikan tidak cukup membantu, kamu bisa membantunya untuk menghubungi pihak lain yang lebih ahli.
4. jangan memaksakan diri jika kamu tidak mampu membantu, cuku berikan rasa aman terhadapnya, dan bantu dia semampu kamu.
Dan ingat, ketika kalian mendengar kasus pelecehan seksual dari teman atau saudaramu, jangan langsung menyebarkannya ke orang lain/media sosial tanpa sepengetahuan korban, bisa jadi korban hanya ingin kamu dengarkan, dan ceritanya bukan untuk dikonsumsi publik.
Lebih baik kamu bantu dia untuk menghubungi lembaga hukum terkait untuk membantu menyelesaikan masalahnya, bukan malah menambah beban mental akibat kebiasaan membagikan cerita korban yang justru ga membantu apa-apa.
Dan untuk semua penyintas kekerasan seksual, YOU'RE STRONG AND ALWAYS AWESOME!


Komentar
Posting Komentar